0

Ketua Umum LK ESQ, Lea Irawan (kiri) didampingi Pengurus LK ESQ, Lina Liputri (kanan) beri semangat dan mendoakan penghuni Panti Wisma Tuna Ganda.

Ketua Umum LK ESQ, Lea Irawan (kiri) didampingi Pengurus LK ESQ, Lina Liputri (kanan) beri semangat dan mendoakan penghuni Panti Wisma Tuna Ganda.

Pagi itu, Kamis 5 November 2015, rombongan kendaraan Lembaga Kemanusiaan (LK) ESQ memasuki sebuah bangunan yang sudah cukup tua di bilangan Jl. Raya Bogor Km 28, Cimanggis, Depok, Jawa Barat.

Tempat itu adalah Yayasan Lembaga Rumah Piatu Muslimin, Panti Sosial “Wisma Tuna Ganda” Palsigunung. Di tempat ini, pimpinan serta pengurus LK ESQ ingin berbagi kebahagiaan serta keceriaan para penghuni.

Di pimpin oleh Ketua Umum LK ESQ, Lea Irawan, tim mendapat gambaran mengenai sejarah panti yang sudah berdiri sejak 1975. Usai mendengar penjelasan dari pengurus panti, tim diajak berkeliling panti untuk melihat sekaligus menyapa mereka yang tinggal di sini.

Ketika pintu terbuka, rombongan langsung disambut senyum lebar penghuni panti. Kemudian satu persatu penghuni panti memanggil rombongan untuk mendekat. Saat didekati, mereka mengajak bermain dan tertawa rombongan. Tidak hanya itu, mereka juga ingin menujukan betapa cekatannya memasang puzzle.

Wisma Tuna Ganda Depok

Setelah asyik bermain, rombongan kembali berkeliling ke ruang perawatan lain. Rombongan kembali menyapa, bahkan ada yang menangis saat melihat kedatangan para rombongan. Seakan mereka rindu melihat dan mendapat perhatian dari kita. Sesaat sebelum meninggalkan lokasi, Lea menghadiahkan DVD Asmaul Husna ESQ untuk para penghuni panti.

Ketua Panti, Kristanti menyambut baik atas kedatangan rombongan dari LK ESQ serta para donatur. “Ini luar biasa, Lembaga Kemanusiaan ESQ untuk sekian kalinya membawa para donaturnya berbagi dengan kami. Ini bukan akhir, tapi ini awal yang luar biasa,” katanya.

Perempuan yang akrab disapa Bu Kris mengajak LK ESQ untuk bersama-sama berbuat bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan perhatian khusus. Wisma Tuna Ganda merupakan panti pertama di Indonesia yang menerima orang-orang menderita cacat ganda.

“Tujuan kita sama, dibidang sosial. Kadang orang hanya bicara tapi tidak melakukan apa-apa, namun kita semua sudah melakukan. Ibu berdoa panti ini akan selalu ada, sehingga bisa membantu seperti anak-anak kami, anak yang mengalami cacat ganda,” terangnya.

“Pada tahun 1975, sudah ada panti fisik, namun panti untuk cacat fisik dan mental atau ganda belum ada pada zaman itu. Atas belas kasih dan niat baik para pendiri, akhirnya Wisma Tuna Ganda ini didirikan,” tambah Kristanti asli Solo.

Wisma Tuna Ganda

Leave a Comment