Febri, Sang Juara dari Temanggung Posted December 7, 2015 by lk-admin

0

Febri kurniawan

Pesatnya perkembangan zaman tidak lepas dari para ahli yang terus melakukan terobosan-terobosan hebat. Tidak banyak diketahui orang, bahwa orang-orang kenamaan dibalik ilmu pengetahuan dan perkembangan dunia ialah warga Indonesia.

Indonesia selain terkenal sebagai negara yang diberkahi akan kekayaan alam melimpah, juga dikenal sebagai gudangnya orang-orang pintar. Kiprah dan daya cipta mereka dalam ilmu pengetahuan dunia sangat dinantikan.

Diantaranya Prof Nelson Tansu, PhD adalah pakar teknologi nano, kemudian ada Prof Dr. Khoirul Anwar pemilik paten sistem telekomunikasi 4G berbasis OFDM, termasuk mantan Presiden Indonesia B. J Habibie yang ahli dibidang thermodinamika, konstruksi dan aerodinamika.

Sementara para pelajar di Tanah Air, terus mengukir prestasi membanggakan baik di tingkat nasional maupun internasional. Salah satu pelajar yang berprestasi dan menjadi “bibit unggul” dalam ilmu pengetahuan ialah Febri Kurniawan.

Siswa kelahiran 10 Februari 1999 ini berhasil meraih nilai tertinggi hasil Ujian Nasional se-Jawa Tengah. Atas prestasinya tersebut, ia mendapat penghargaan dari Bupati Temanggung karena dianggap telah mengharumkan nama daerah agraris.

Bagi Febri ini adalah buah dari kerja keras serta ketekunan dalam mewujudkan cita-cita sebagai dokter. “Teman-teman dan guru ucapkan selamat. Pernah juga mendapat penghargaan dari bapak Bupati di Pendopo Pengayoman, piagam dan uang,” ungkap Febri saat ditemui Total Action di SMA 1 Temanggung.

Febri Kurniawan Temanggung

Febri saat menerima penghargaan dari Bupati Temanggung. (Dok Pribadi)

Anak sulung dari tiga bersaudara ini mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak atas dukungan yang ia dapat, semisal beasiswa dari Lembaga Kemanusiaan ESQ. Ia berjanji tidak akan menyia-nyiakan amanah yang telah diterima, karena itu bisa membantu meringankan beban ayahnya yang bekerja serabutan.

“Saya mengucapkan terima kasih banyak kepada LK ESQ dan para donatur yang sudah menyalurkan bantuannya, ini bisa meringankan beban orang tua juga. Saya inginnya terus mendapat beasiswa, kalau bisa sampai kuliah,” ucap Febri dengan penuh harap.

Ia mengungkapkan rahasia dari kesuksesan yang diraihnya karena menjalankan amanat orang tua, yaitu untuk selalu percaya dengan kemampuan diri sendiri. Menurutnya menyontek merupakan wujud dari rasa tidak percaya diri dan lebih yakin dengan kemampuan orang lain.

“Orang tua selalu mengingatkan untuk tidak menyontek sehingga menjadi kebiasaan. Semenjak SMP saya tidak pernah menyontek, baik itu ulangan atau apapun. Bagi saya yang penting percaya diri saja, kalau menyontek kita jadi mengandalkan teman sehingga kita tidak belajar,” imbuhnya.

Tentu saja, Indonesia sangat membutuhkan generasi penerus seperti Febri. Sehingga diharapkan akan lahir para cendekiawan handal yang sangat bermanfaat dalam membangun negeri ini agar sejajar dengan negara-negara maju.

Artikel ini disadur dari Majalah Total Action Edisi 7

Informasi mengenai Beasiswa GCB (Generasi Cerdas Berakhlak) dapat menghubungi :
LOGO LKESQJl. Masjid Al-Latief RT 004 RW 002 No 165
Kademangan, Setu, Tangerang Selatan
Banten 15313
Telp : 021-29509808

Leave a Comment